12 Polisi Dicopot Setelah Diduga Terlibat dengan Bandar Narkoba di Muara Batang Gadis
Table of content:
Baru-baru ini, sebuah peristiwa menghebohkan terjadi di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Tepatnya, Polsek Muara Batang Gadis mengalami insiden serius yang menyebabkan pencopotan Kapolsek beserta sebelas anggotanya setelah terjadinya tindakan protes massa yang berujung pada pembakaran kantor polisi.
Kejadian ini bermula pada tanggal 20 Desember, ketika warga setempat meluapkan kekecewaan mereka terhadap kinerja pihak kepolisian. Kekecewaan tersebut disebabkan oleh dugaan bahwa seorang pengedar narkoba dibebaskan oleh polisi, yang menimbulkan ketidakpercayaan di antara masyarakat.
Asal Mula Insiden Pembakaran Polsek yang Menghebohkan
Peristiwa pembakaran Polsek Muara Batang Gadis dimulai dengan penangkapan seorang pria bernama Romadon, yang diduga sebagai pengedar narkoba. Proses penangkapan ini dilaksanakan pada tanggal 19 Desember dan ramai diperbincangkan masyarakat setempat setelah penyerahan Romadon ke pihak kepolisian.
Namun, seiring berjalannya waktu, berita merebak bahwa Romadon telah dibebaskan. Informasi palsu ini menyebar cepat, dan mengakibatkan warga merasa marah serta merasa dipermainkan oleh aparat penegak hukum.
Kecewa atas tindakan polisi yang dianggap tidak profesional, warga mulai berdemo. Mereka menunjukkan ketidakpuasan mereka dengan cara memblokir jalan yang menghubungkan Singkuang dan Natal, yang merupakan jalur vital bagi masyarakat.
Tindakan Kepolisian dan Respons Masyarakat Terhadap Permasalahan Ini
Setelah aksi protes berlangsung, situasi semakin memanas ketika sejumlah warga mulai mengamuk. Dalam video yang beredar, terlihat massa membakar sepeda motor yang terparkir di poli dan merusak berbagai sarana prasarana. Hal ini mencerminkan kepuasan dan kemarahan yang meluap di tengah masyarakat.
Tindakan warga yang melakukan protes tersebut menjadi sorotan, dan dalam waktu singkat pihak kepolisian harus mengambil tindakan tegas untuk meredakan situasi. Di tengah kerusuhan, beberapa warga yang diduga sebagai provokator berhasil ditangkap oleh petugas.
Akibat dari peristiwa ini, Kapolsek Muara Batang Gadis, Iptu Akmaluddin, beserta sebelas anggotanya dicopot dari jabatannya. Ini dilakukan untuk mempertanggungjawabkan kejadian yang merusak citra institusi kepolisian di mata publik.
Proses Hukum dan Pemeriksaan Intern yang Dilakukan Oleh Pihak Kepolisian
Setelah insiden tersebut, pihak berwenang mengkonfirmasi bahwa akan ada pemeriksaan lebih lanjut terhadap Kapolsek dan anggota yang terlibat. Hal ini bertujuan untuk menyelidiki lebih mendalam apakah terdapat pelanggaran prosedural yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Kapolres Mandailing Natal, AKBP Arie Sofandi Paloh, mengungkapkan bahwa tim Propam akan menindaklanjuti kasus ini. Pemeriksaan ini penting untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi dalam institusi kepolisian.
Selain itu, diharapkan kesan negatif yang terbentuk di mata publik dapat diperbaiki melalui penanganan kasus ini yang tegas dan adil. Masyarakat diajak untuk terus berkolaborasi dan berkomunikasi dengan pihak kepolisian agar kasus serupa tidak terulang di masa depan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







