Target Prevalensi Stunting 18,8 Persen di 2025 dengan Fokus pada Provinsi Ini
Table of content:
Dalam menghadapi masalah gizi anak, isu yang dihadapi tidak selalu disebabkan oleh kekurangan makanan. Adanya banyak sumber pangan yang melimpah di beberapa daerah, seperti Ende, menunjukkan bahwa pola asuh dan kebiasaan orang tua memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap kesehatan anak.
Banyak orang tua yang sibuk dengan pekerjaan di kebun, terutama saat musim tanam. Mereka sering kali harus meninggalkan rumah dan anak-anak mereka untuk waktu yang cukup lama demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Pola asuh yang kurang baik ini tidak hanya berlaku bagi anak-anak yang dibawa ke kebun, tetapi juga bagi mereka yang ditinggalkan di rumah. Jenis pengasuhan yang terganggu ini berkontribusi pada masalah gizi yang terjadi pada masa-masa tersebut, terutama di daerah dengan sektor pertanian yang mendominasi.
Pola Asuh dan Kebiasaan Ekonomi Keluarga di Ende
Maria, seorang pegiat kesehatan masyarakat, merangkum isu ini dengan baik. Menurutnya, pola asuh yang baik seharusnya tetap ada meskipun para orang tua disibukkan dengan pekerjaan. Untuk anak-anak yang ditinggalkan di rumah, mereka berisiko tinggi mengalami penurunan status gizi selama orang tua mereka pergi.
Di Ende, banyak orang tua yang hadir dengan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi hal ini sering kali bertabrakan dengan perhatian kepada anak. Ketidakhadiran orang tua yang berkepanjangan bisa berimplikasi pada kebutuhan nutrisi anak yang tidak terpenuhi.
Pada saat musim tanam, para petani biasanya membentuk kelompok untuk bekerja sama. Namun, sistem ini bisa mengakibatkan penundaan dalam perhatian pada anak, yang pada gilirannya dapat mengganggu aspek-aspek krusial dalam perkembangan mereka.
Mengidentifikasi Masalah Gizi di Kalangan Anak-Anak
Maria menekankan pentingnya kesadaran tentang gizi anak, yang bisa dipengaruhi oleh pola tanam yang dilakukan orang tua. Keputusan untuk bergabung dalam kelompok tanam sering kali membuat mereka harus berkompromi dengan perhatian terhadap anak-anak mereka.
Fenomena ini bukan hanya masalah lokal, tetapi menjadi isu yang lebih luas di berbagai daerah lainnya. Ditemukan bahwa anak-anak yang mengalami penurunan status gizi lebih banyak berasal dari keluarga yang terlibat dalam aktivitas pertanian yang intensif.
Pada bulan-bulan sibuk, status gizi anak-anak dapat menurun drastis. Ini adalah indikasi bahwa perhatian yang tidak memadai terhadap kebutuhan nutrisi anak sangat berhubungan dengan kesibukan orang tua untuk bekerja di ladang.
Solusi untuk Meningkatkan Kesehatan Gizi Anak
Maria memberikan wawasan yang berguna tentang cara mengatasi masalah ini. Salah satu solusinya adalah dengan membawa anak-anak yang masih kecil ke kebun dan membentuk kelompok khusus yang bertugas menyediakan makanan bernutrisi bagi mereka. Usaha ini tidak hanya akan membantu memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar tentang pertanian.
Ketika orang tua fokus pada pekerjaan di ladang, anak-anak bisa diajari tentang pentingnya makanan sehat. Dengan cara ini, mereka tidak hanya terurus tetapi juga memperoleh pengetahuan yang bermanfaat untuk masa depan mereka.
Praktik ini seharusnya bisa diterapkan oleh kelompok petani di Ende maupun daerah pertanian lainnya. Melalui kolaborasi antarpetani, pengawasan terhadap generasi muda dapat dilakukan sambil tetap memenuhi komitmen terhadap pekerjaan.
Maria mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana membentuk kelompok penyedia makanan untuk anak-anak yang ditinggal oleh orang tua mereka. Upaya ini sangat penting dalam memastikan bahwa anak-anak tetap memperoleh nutrisi yang cukup meskipun dalam kondisi sulit.
Dengan keberadaan kelompok pengurus makanan, anak-anak tidak hanya terjaga kesehatannya tetapi juga lebih terlindungi. Ini adalah solusi yang lebih holistik dan bisa diterapkan dalam konteks budaya pertanian yang kental di Ende.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







