Ramai MBG dalam Kantong Plastik, Berikut Klarifikasi dari SPPG Karyasari Banten
Table of content:
Belakangan ini, fenomena Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada balita menjadi perbincangan hangat di media sosial. Hal ini terjadi setelah sebuah video viral yang menunjukkan makanan dibagikan menggunakan kantong plastik, yang memicu tanggapan beragam di masyarakat.
Dalam video tersebut, terlihat kantong plastik berwarna kuning berisi potongan daging ayam, bubur, mentimun, dan dua buah kelengkeng. Lokasi distribusi makanan ini diketahui berada di Desa Pasirkadu, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Tanggapan resmi datang dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari, yang menjelaskan mengenai insiden tersebut. Menurut keterangan dari SPPG, kejadian ini sebenarnya telah diatur sedemikian rupa agar dapat berjalan dengan baik demi memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
Penjelasan Resmi Mengenai Pemberian Makanan Bergizi
Pada tanggal 8 Januari 2026, SPPG Karyasari telah menyiapkan menu khusus untuk kelompok penerima manfaat yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Proses distribusi makanan dilakukan dengan menggunakan ompreng, sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.
Namun, ketika sampai di lokasi penerima, sebuah insiden terjadi. Seorang kader posyandu yang bertugas memindahkan makanan dari ompreng ke kantong plastik tanpa melakukan koordinasi terlebih dahulu. Hal ini jelas melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Kepala SPPG Karyasari, Dimas Dhika Alpiyan, menyatakan bahwa tindakan pemindahan ini dilakukan secara spontan, yang kemudian menjadi sorotan di publik. Makanan yang telah dipindahkan tersebut kemudian diserahkan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, yang seharusnya menjadi penerima manfaat yang tepat.
Dampak Media Sosial Terhadap Persepsi Publik
Viralnya video ini menciptakan beragam reaksi di masyarakat. Banyak yang menyayangkan metode penyajian makanan yang dianggap kurang higienis dan tidak sesuai dengan standar. Hal ini tentu saja memberikan dampak pada kepercayaan masyarakat terhadap program pemberian makanan bergizi.
Beberapa pengguna media sosial mengekspresikan keprihatinan akan kebersihan dan keamanan makanan yang disajikan dalam kantong plastik. Di sisi lain, ada juga yang memuji inisiatif pemberian makanan gratis sebagai langkah positif untuk membantu warga kurang mampu.
Informasi ini menunjukkan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang baik dalam program-program sosial. Kejadian ini seharusnya menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak terulang di masa depan.
Langkah Perbaikan yang Diperlukan dalam Program MBG
Setelah kejadian tersebut, SPPG Karyasari menyatakan pentingnya pelatihan ulang bagi kader posyandu dan tenaga kesehatan. Hal ini untuk memastikan bahwa semua agen pemenuhan gizi memahami SOP dan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, tanpa ada tindakan yang merugikan.
Salah satu langkah yang dapat diambil adalah evaluasi secara berkala terhadap program MBG. Hal ini termasuk mengevaluasi metode distribusi dan penyajian makanan agar sesuai dengan standar yang ditetapkan demi keselamatan penerima manfaat.
SPPG juga berencana untuk memperbaiki sistem komunikasi internal agar semua petugas paham akan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Dengan begitu, tindakan yang tidak sesuai dapat diminimalisir dan kejadian serupa tidak terulang lagi.
Kesimpulan dan Harapan untuk Program Gizi yang Lebih Baik
Insiden pemindahan makanan tanpa koordinasi ini menjadi pengingat bagi pentingnya menerapkan prosedur yang ketat dalam program sosial. Keberhasilan program seperti MBG sangat bergantung pada kesadaran dan pemahaman semua pihak yang terlibat.
Semoga di masa depan, inisiatif pemberian makanan bergizi dapat dilakukan dengan lebih baik. Keberhasilan program ini tidak hanya mengandalkan makanan yang disajikan, tetapi juga proses distribusi yang sesuai dan aman bagi penerima.
Dengan langkah-langkah perbaikan yang tepat, diharapkan program MBG dapat terus membantu meningkatkan kesehatan gizi masyarakat, khususnya ibu hamil, menyusui, dan anak-anak. Keberlanjutan program ini harus menjadi prioritas agar generasi mendatang tumbuh dengan gizi yang cukup dan sehat.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








