Cuaca Buruk, Dishub Hentikan Sementara Penyeberangan ke Kepulauan Seribu
Table of content:
Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta melakukan penghentian sementara operasional kapal cepat yang bertolak dari Pelabuhan Muara Angke menuju sejumlah pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut.
Kepala Unit Pengelola Angkutan Perairan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Muhamad Wildan Anwar, menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Selama dua hari, operasional kapal cepat sudah dihentikan untuk melindungi keselamatan penumpang.
Ia menjelaskan bahwa cuaca buruk yang ditandai dengan curah hujan tinggi dan gelombang laut berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran. Penghentian ini menjadi langkah proaktif dalam menjaga keselamatan penumpang serta operator kapal.
Alasan Penghentian Operasional Kapal Cepat di Jakarta
Keputusan untuk menghentikan operasional kapal cepat tidak diambil dengan sembarangan. Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama. Dengan tidak adanya izin berlayar dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, keputusan ini dipastikan bertujuan untuk melindungi setiap individu yang berada di laut.
Wildan juga menjelaskan bahwa pihaknya secara berkala berkoordinasi dengan KSOP Muara Angke untuk memantau perkembangan cuaca dan keselamatan pelayaran. Kondisi perairan di Jakarta Utara saat ini belum memungkinkan bagi kapal cepat untuk melanjutkan layanan mereka.
Penumpang yang sebelumnya telah membeli tiket tidak perlu khawatir. Dinas Perhubungan DKI Jakarta memastikan bahwa seluruh biaya tiket akan dikembalikan sesuai dengan mekanisme yang berlaku, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pelanggan.
Lima Rute Kapal Cepat yang Terkena Dampak Cuaca Buruk
Berdasarkan informasi dari pihak Dinas Perhubungan, terdapat beberapa lintasan kapal cepat yang terpaksa dihentikan. Rute pertama adalah Muara Angke ke Pulau Untung Jawa, Pulau Lancang, Pulau Payung, dan Pulau Tidung. Rute kedua mencakup Muara Angke ke Pulau Pari, Pulau Panggang, dan Pulau Pramuka.
Lalu, untuk rute ketiga adalah Muara Angke menuju Pulau Pari, Pulau Pramuka, dan Pulau Kelapa. Sedangkan untuk rute keempat, yaitu Muara Angke ke Pulau Kelapa dan Pulau Sabira. Dengan empat lintasan ini, tindakan penghentian operasional kapal terasa signifikan dalam konteks keselamatan.
Wildan menegaskan bahwa operasional kapal cepat akan dibuka kembali setelah kondisi cuaca dinyatakan aman dan izin berlayar dari KSOP diterbitkan. Koordinasi intensif dengan pihak terkait menjadi hal krusial untuk memastikan keselamatan pelayaran ke depan.
Pengembalian Dana Tiket dan Imbauan untuk Masyarakat
Suparto Napitu, Kepala Satuan Pelaksana Pelayanan UPAP Dishub DKI Jakarta, menambahkan bahwa penghentian operasional ini sudah dimulai sejak Minggu lalu. Ia memastikan bahwa tiket yang telah dibeli akan dikembalikan dengan prosedur yang sesuai, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
Jadwal refund akan dilakukan melalui lembaga perbankan yang telah ditunjuk, yakni Bank Jakarta. Proses ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan kepastian kepada masyarakat yang tidak jadi berlayar di tengah cuaca yang tidak bersahabat.
Suparto juga mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi terkait jadwal pelayaran dan kondisi cuaca. Mengingat keselamatan adalah yang utama, masyarakat diminta untuk tidak memaksakan diri berlayar jika kondisi cuaca tidak memungkinkan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now






