Korban Pesawat ATR Tabrak Gunung Ditemukan di Jurang 200 Meter
Table of content:
Sejumlah tim SAR menghadapi tantangan berat dalam proses pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Pesawat ini diketahui jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, menyebabkan satu korban jiwa ditemukan di kedalamannya yang mencapai 200 meter.
Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengungkapkan bahwa jenazah yang ditemukan adalah laki-laki dan diangkat pada sekitar pukul 14.20 WITA. Proses pencarian ini sangat menantang, mengingat lokasi yang sulit diakses.
Tim SAR bekerja keras di medan yang sangat berat, namun pencarian tetap dilakukan secara sistematis. Dalam proses ini, mereka tidak hanya mencari korban, tetapi juga berusaha mengidentifikasi bagian-bagian pesawat yang tersisa.
Hingga saat ini, sejumlah serpihan pesawat telah ditemukan oleh tim. Keberadaan serpihan tersebut mempermudah dalam menentukan lokasi kecelakaan dan kemungkinan kondisi di sekitarnya.
Kondisi Medan dan Cuaca yang Menyulitkan Tim Pencarian
Tim SAR menghadapi cuaca buruk yang secara signifikan mempengaruhi navigasi mereka. Hujan lebat serta kabut tebal membuat jarak pandang sangat terbatas.
Menurut keterangan resmi dari Arif, situasi cuaca mengakibatkan pembatalan beberapa prosedur evakuasi yang direncanakan. Hal ini diambil demi keselamatan para personel yang terlibat dalam pencarian.
Meski cuaca sangat tidak bersahabat, keberanian dan kesungguhan tim SAR patut diacungi jempol. Mereka terus melanjutkan usaha dengan hati-hati dan penuh perhatian terhadap keselamatan anggotanya.
Faktor alam seperti itu menjadi tantangan besar, tetapi tekad dan semangat membantu para korban tetap menjadi prioritas utama. Tim menjalankan tugasnya dengan sebaik mungkin meski dibatasi oleh kondisi yang sangat tidak ideal.
Penemuan Serpihan Pesawat dan Usaha Evakuasi Korban
Sejak pagi, tim SAR telah berhasil menemukan berbagai bagian dari pesawat, termasuk rangka dan kursi. Ini adalah langkah penting dalam memahami lebih jauh mengenai kecelakaan tersebut.
Salah satu tim dalam operasi ini, SRU 3, menemukan serpihan lain dan melakukan identifikasi lokasi mesin pesawat berdasarkan laporan visual. Hal ini menjadi titik awal untuk investigasi lebih lanjut.
Ekses dari penemuan bagian-bagian pesawat tersebut juga dapat membantu dalam proses evakuasi. Pengumpulan informasi yang akurat terkait serpihan sangat penting untuk menuntaskan pencarian dan untuk meningkatkan prosedur keselamatan penerbangan di masa depan.
Saat ini, sebagian serpihan telah diangkut dan dibawa ke posko Tim DVI Biddokkes Polda setempat. Proses ini membantu pihak berwenang untuk bertindak cepat dan merumuskan langkah-langkah selanjutnya.
Rencana Tindak Lanjut setelah Penemuan Korban
Setelah jenazah korban berhasil diangkat, tim SAR berencana untuk membawanya ke RS Bhayangkara Makassar. Di sana, pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan untuk memastikan identifikasi dan kondisi jenazah.
Proses ini tidak hanya penting untuk keluarga korban, tetapi juga memiliki implikasi mendalam bagi proses hukum dan investigasi. Semua langkah ini diambil untuk memberikan kepastian dan jawaban kepada pihak terkait dan masyarakat.
Tim SAR tidak hanya berfokus pada satu aspek saja, tetapi komprehensif dalam berbagai pendekatan untuk penanganan kecelakaan. Mereka berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik di tengah tantangan yang dihadapi.
Kegiatan pencarian ini pun menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kesiapsiagaan dalam situasi darurat dan bagaimana tim SAR beroperasi di bawah kondisi yang sangat sulit. Upaya mereka menunjukkan profesionalisme dan dedikasi tinggi dalam menghadapi tugas berat ini.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








