Aktivitas Warga Kuranji Banten Lumpuh Total Setelah 23 Hari Terendam Banjir
Table of content:
Banjir telah menggenangi Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Banten, selama 23 hari. Kondisi ini telah menyebabkan gangguan signifikan terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat yang terpaksa terkurung dalam genangan air.
Ahmad Hilmi, seorang warga berusia 50 tahun, mengungkapkan bahwa situasi semakin parah akibat curah hujan yang masih tinggi. Hal ini menyebabkan volume air di permukiman terus meningkat, membuat warga sulit beraktivitas.
Dengan akses jalan yang terendam lumpur dan air, masyarakat mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Keterisoliran ini berdampak pada kemampuan mereka untuk bekerja atau memenuhi kebutuhan dasar hidup.
Dampak Lingkungan dan Sosial dari Banjir yang Prolonged
Waktu yang lama di mana banjir terjadi telah menimbulkan kelelahan fisik dan mental di kalangan warga. Mereka terpaksa harus beradaptasi dengan situasi yang tidak normal ini, yang menambah beban psikologis akibat kehilangan rutinitas mereka.
Sebagian besar masyarakat Kuranji kini terpaksa mengungsi dan tinggal di tempat penampungan sementara. Mereka berharap ada upaya yang lebih serius dari pemerintah dan organisasi terkait untuk mengatasi masalah ini.
Keadaan mendesak tersebut membuat bantuan logistik yang ada semakin minim. Para pemimpin setempat menekankan perlunya perhatian lebih untuk meringankan beban yang mereka hadapi.
Respons dan Tindakan Pemerintah Terhadap Banjir di Banten
Kepala BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menyebutkan bahwa Kecamatan Binuang adalah salah satu dari empat kecamatan yang masih tergenang. Tiga kecamatan lainnya juga mengalami hal yang sama, menambah kompleksitas penanganan bencana ini.
Data dari BPBD menunjukkan adanya peningkatan ketinggian air dengan TMA (Tinggi Muka Air) yang mengalami kenaikan antara 5 hingga 50 sentimeter. Hal ini menunjukkan bahwa masalah banjir belum menunjukkan tanda-tanda akan segera surut.
Sejumlah 29 Kepala Keluarga, atau sekitar 149 jiwa, masih terpaksa tinggal di pengungsian. Pemerintah setempat telah menetapkan status tanggap darurat untuk menanggulangi dampak meluas di 92 desa lainnya di kabupaten tersebut.
Upaya Penanganan Bencana dan Kebutuhan Mendesak Warga
Untuk menangani situasi darurat ini, BPBD Kabupaten Serang telah mengirimkan alat penyedot air ke lokasi yang paling parah terdampak. Alat ini bertujuan untuk mempercepat pengurangan debit air agar masyarakat bisa kembali beraktivitas normal.
Selain penyedotan air, warga Kuranji juga memerlukan berbagai kebutuhan mendesak. Di antara kebutuhan tersebut adalah makanan siap saji, air bersih, dan obat-obatan, yang vital untuk menjaga kesehatan di tengah situasi krisis ini.
Pemerintah juga memperhatikan perlengkapan kebersihan untuk menangani sisa-sisa lumpur saat air mulai surut. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan lebih lanjut di lapangan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







