Ramadan Lebih dari Ibadah, 5 Formula Sehat yang Jarang Dibahas dari Nabi Muhammad
Table of content:
- Memahami Pentingnya Mengatur Asupan Cairan dan Energi Selama Ramadan
- Strategi Menjaga Pola Aktivitas dan Ketahanan Selama Berpuasa
- Peran Dzikir dan Pengendalian Emosi dalam Kesehatan Mental
- Melatih Pengendalian Diri dalam Berbicara dan Bertindak
- Pentingnya Memberi Hak Pada Tubuh untuk Istirahat yang Cukup
Menjaga keseimbangan hidup menjadi aspek yang sangat penting dalam menjamin kesehatan yang optimal. Ini merupakan bagian dari ajaran yang telah diteladankan oleh Nabi Muhammad, yaitu dengan menerapkan keseimbangan antara aktivitas fisik, ibadah, dan pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih dalam bulan Ramadan, tantangan untuk menjaga stamina menjadi lebih besar, seiring dengan tuntutan untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Ustadz Muhammad Assad menekankan betapa vitalnya kebiasaan sehat ini untuk diimplementasikan, terutama di bulan suci. Baginya, kesehatan dalam pandangan Islam bukanlah hal yang terpisah, melainkan terintegrasi dengan nilai-nilai ibadah yang lebih luas dan kehidupan sehari-hari yang seimbang.
Dalam sebuah acara bincang-bincang, ia menyoroti pentingnya menjaga kesehatan melalui pola hidup disiplin. Salah satu poin penting yang diungkapkannya adalah tentang bagaimana Nabi Muhammad menciptakan keseimbangan hidup yang menjadi panutan bagi umatnya dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Berikut adalah beberapa prinsip hidup sehat yang dicontohkan oleh Rasulullah, yang relevan untuk diterapkan selama bulan Ramadan.
Memahami Pentingnya Mengatur Asupan Cairan dan Energi Selama Ramadan
Merawat kesehatan selama bulan Ramadan adalah hal yang tidak bisa dianggap remeh. Salah satu cara yang dianjurkan oleh Rasulullah adalah memperhatikan asupan cairan tubuh dalam waktu berbuka puasa.
Ustadz Assad merekomendasikan agar umat Muslim memastikan intake cairan yang cukup agar tetap sehat dan tidak kekurangan hidrasi. Ia menyarankan agar pengaturan waktu minum dilakukan secara bijak dengan membagi asupan cairan agar penyerapan menjadi lebih optimal.
Misalnya, jika seseorang membutuhkan dua liter air per hari, maka dapat dibagi selama waktu salat, sehingga tubuh mendapatkan cukup cairan. Metode ini sejalan dengan anjuran kesehatan modern yang menekankan pentingnya hidrasi dalam mendukung kesehatan fisik dan mental.
Strategi Menjaga Pola Aktivitas dan Ketahanan Selama Berpuasa
Ramadan bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang manajemen waktu dan pemasukan energi dengan tepat. Rasulullah mengajarkan pentingnya menjaga ritme aktivitas agar bisa bertahan selama bulan yang penuh berkah ini.
Ustadz Assad menekankan bahwa ibadah puasa merupakan sebuah perjalanan panjang, mirip dengan maraton. Orang yang menjaga kesehatan fisikalitasnya dapat melalui bulan Ramadan dengan baik tanpa merasakan letih yang berlebihan.
Kesehatan fisik menjadi syarat untuk menyempurnakan ibadah, dan ini membutuhkan ketahanan serta disiplin yang tidak hanya ada di awal bulan, tetapi juga hingga akhir Ramadan.
Peran Dzikir dan Pengendalian Emosi dalam Kesehatan Mental
Kesehatan mental juga sangat penting dalam konteks Ramadan. Memelihara kebersihan hati dan ketenangan batin adalah salah satu fondasi dari kesehatan jiwa menurut ajaran Islam.
Salah satu metode yang disarankan untuk menjaga stabilitas emosi adalah dengan memperbanyak istighfar dan melakukan dzikir. Dengan cara ini, seorang Muslim diharapkan dapat merasa lebih tenang dan dekat dengan Allah.
Ustadz Assad juga menegaskan bahwa dzikir bukan hanya sekedar aktivitas spiritual, tetapi juga sebagai cara alami untuk mengatasi stres dan emosi negatif. Semakin sering kita mengingat Allah, semakin mudah untuk menjaga ketenangan hati selama menjalani ibadah puasa.
Melatih Pengendalian Diri dalam Berbicara dan Bertindak
Ramadan memberikan kesempatan terbaik untuk melatih pengendalian diri, termasuk cara berbicara. Rasulullah mengajarkan betapa pentingnya memilih kata-kata yang baik atau lebih baik diam ketika tidak memiliki sesuatu yang positif untuk dikatakan.
Prinsip sederhana ini, ‘lebih baik diam daripada berkata yang menyakiti,’ sangat relevan dalam menjaga kesehatan sosial. Lingkungan yang tenang dan harmonis berkontribusi terhadap kesejahteraan psikologis, terutama saat menjalani ibadah puasa yang penuh tantangan.
Pentingnya Memberi Hak Pada Tubuh untuk Istirahat yang Cukup
Islam mengajarkan bahwa tubuh juga memiliki hak untuk mendapatkan istirahat yang cukup. Dalam beberapa hadits, diperjelas bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari iman.
Ustadz Assad merujuk pada sabda Nabi bahwa “Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak atasmu.” Ini menekankan pentingnya meluangkan waktu untuk beristirahat dan relaksasi selama bulan Ramadan.
Memberikan waktu untuk beristirahat, bersosialisasi dengan keluarga, serta melakukan relaksasi sederhana sangat penting untuk menjaga kesehatan mental dan fisik. Dengan tubuh yang segar, kita dapat melaksanakan ibadah dengan lebih baik.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now









