Dapur SPPG MBG di Cilegon Belum Mendapatkan Sertifikasi
Table of content:
Ketidakadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersertifikat higienis dan halal di Kota Cilegon menggambarkan tantangan dalam penyediaan makanan yang aman dan sehat. Hingga kini, dari total sebelas dapur yang ada, belum satu pun yang mendapatkan sertifikasi resmi yang diperlukan untuk menjamin kualitas serta keamanan makanan yang disajikan.
Menurut Heni Anita Susila, Sekretaris Percepatan Penyelenggaraan MBG Kota Cilegon, program yang sedang berjalan bertujuan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Meski demikian, upaya ini membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak untuk memastikan semua proses berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Tim Pemkot Cilegon saat ini berkomitmen untuk melakukan pelatihan dan pengawasan terhadap dapur SPPG agar dapat memenuhi standar kehigienisan dan kehalalan. Pelatihan yang diberikan juga bertujuan untuk memastikan bahwa setiap produk yang dihasilkan memenuhi kriteria yang diharapkan oleh masyarakat.
Pengawasan dan Pelatihan untuk Dapur SPPG di Cilegon
Pelatihan yang dilakukan Pemkot bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa kesehatan makanan sangat penting. Monitoring secara berkala juga dianggap perlu untuk menjamin kualitas makanan yang disajikan kepada masyarakat.
Proses pengurusan berbagai izin yang diperlukan untuk mendirikan dapur SPPG juga menjadi tantangan tersendiri. Pemilik dapur harus mengurus berbagai sertifikat yang harus diperoleh dari dinas terkait, mulai dari sertifikat halal hingga izin pengelolaan limbah.
Pendidikan dan pelatihan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja di dapur SPPG. Dengan pelatihan yang tepat, diharapkan setiap dapur dapat dikelola dengan baik dan memenuhi semua standar yang diperlukan.
Target dan Rencana Pembangunan Dapur SPPG di Cilegon
Kebutuhan dapur SPPG di Cilegon sangat signifikan, dengan target mencapai 40 titik untuk melayani sekitar 130 ribu penerima manfaat. Saat ini, baru sebelas dapur yang beroperasi, dan sasaran awalnya mencakup sekitar 3.500 pelajar serta kelompok rentan seperti lansia dan ibu hamil.
Rencana pembangunan dapur SPPG baru mencerminkan niat Pemkot untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya dua dapur yang sedang dibangun dan tiga dapur lainnya yang direncanakan, diharapkan target pelayanan dapat tercapai dengan lebih efektif.
Bekerjasama dengan Polres Cilegon, pembangunan dapur baru ini akan memperluas cakupan layanan gizi kepada semua jenjang pendidikan mulai dari PAUD hingga SMK. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda di Cilegon.
Peran Dinas dan Stakeholder Dalam Pengembangan Dapur SPPG
Keterlibatan berbagai instansi pemerintah sangat diperlukan dalam pembangunan dan pengelolaan dapur SPPG. Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta Dinas Lingkungan Hidup harus saling bersinergi agar semua aspek pengembangan tersebut dapat berjalan lancar.
Monitoring yang ketat akan dilakukan untuk menjaga kualitas makanan yang disajikan. Dengan pengawasan dari otoritas terkait, diharapkan setiap dapur dapat memenuhi standar yang sudah ditetapkan.
Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat juga menjadi kunci dalam keberhasilan program ini. Dukungan dari berbagai lapisan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkualitas.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







