Identifikasi 2 Jenazah Korban Gedung Ponpes Al Khoziny
Table of content:
Dua jenazah korban yang terlibat dalam ambruknya gedung Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) dengan menggunakan berbagai metode ilmiah yang cermat. Proses identifikasi ini memanfaatkan data post mortem dan ante mortem yang dikembangkan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur, Surabaya.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Timur, Kombes Khusnan, menjelaskan bahwa identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan yang mendalam. Metode yang digunakan meliputi analisis gigi, data medis, dan pencocokan properti pribadi korban yang ditemukan di lokasi kejadian.
Proses Identifikasi Korban Ambruknya Gedung Pesantren
Tim DVI Polda Jatim secara profesional melaksanakan proses identifikasi yang berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara. Dua jenazah yang teridentifikasi yaitu Nurudin, seorang anak laki-laki berusia 13 tahun, dan Ahmad Rijalul Haq, seorang remaja berusia 16 tahun.
Pemeriksaan gigi menjadi salah satu metode utama yang digunakan dalam identifikasi ini. Hal ini menunjukkan seberapa penting data gigi dalam membantu mengenali individu yang tidak dapat diidentifikasi secara langsung.
Barang-barang pribadi yang ditemukan juga memainkan peranan penting dalam proses ini. Pencocokan barang-barang tersebut dengan data yang dimiliki keluarga korban adalah langkah krusial dalam menegaskan identitas para jenazah.
Jumlah Total Korban dan Tindakan Selanjutnya
Di luar dua jenazah yang telah diidentifikasi, tim DVI juga menangani total 45 kantong jenazah yang dikirim ke rumah sakit untuk diidentifikasi. Dari jumlah tersebut, sejumlah korban lain juga diproses secara bersamaan dengan harapan dapat menemukan identitas yang tepat.
Dari informasi yang diperoleh, diketahui bahwa total korban yang berhasil ditemukan hingga saat ini berjumlah 158 orang. Penyisihan antara yang selamat dan yang meninggal dunia menjadi tanggung jawab tim DVI dan otoritas terkait untuk melaksanakannya dengan cepat dan akurat.
Selain itu, diketahui bahwa delapan dari 45 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi. Pembaruan data identifikasi adalah hal yang terus dilakukan oleh tim DVI demi memberikan informasi terbaru kepada keluarga yang menunggu hasil dengan cemas.
Rincian Mengenai Korban yang Teridentifikasi
Narasi mengenai identifikasi setiap korban sangat penting dan memperlihatkan sisi kemanusiaan dari proses ini. Jenazah Nurudin teridentifikasi berdasarkan beberapa informasi kunci termasuk data medis dan barang milik yang ditemui di lokasi kejadian, memberikan harapan bagi keluarganya yang mencari kepastian.
Ahmad Rijalul Haq juga diidentifikasi melalui metode serupa, yang menunjukkan bagaimana kejelian dan keterampilan tim DVI dalam bekerja sangat berpengaruh pada hasil akhir. Keluarga dari kedua korban ini kini dapat mengetahui nasib anak mereka dengan lebih jelas.
Tim DVI terus bekerja keras untuk menangani empat kantong berisi bagian tubuh yang belum teridentifikasi sepenuhnya. Proses identifikasi ini bukan hanya soal angka, melainkan juga menyangkut keutuhan kemanusiaan dari setiap individu yang terlibat.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







