Jatim Modifikasi Cuaca 30 Kali untuk Cegah Hujan Ekstrem
Table of content:
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya dalam melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai solusi untuk mengurangi risiko bencana yang mungkin muncul selama musim hujan. Hingga saat ini, lebih dari 30 kali penerbangan telah dilaksanakan untuk meminimalkan dampak hujan ekstrem di daerah-daerah yang berisiko tinggi.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa OMC ini penting mengingat peningkatan kemungkinan bencana saat curah hujan mencapai level maksimum. Kegiatan ini dilakukan melalui koordinasi antara BPBD Jatim, Lanudal Juanda, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta penyedia jasa modifikasi cuaca.
BMKG memprediksi adanya puncak hujan di bulan Desember yang mencapai 20 persen, dengan puncak tertinggi pada Januari yang bisa mencapai 58 persen dan berlanjut hingga Februari dengan 22 persen. Ini menunjukkan urgensi OMC dalam menjaga keseimbangan cuaca di Jawa Timur.
Tujuan dan Metode Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Timur
Operasi modifikasi cuaca bertujuan untuk menyesuaikan pola curah hujan agar lebih merata dan teratur. Hal ini sangat penting untuk daerah-daerah di selatan Jawa Timur, seperti Pacitan dan Banyuwangi, yang sering kali menghadapi masalah kekeringan atau kekurangan air bersih.
Proses OMC melibatkan penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan yang disemai dari pesawat terbang. Bahan-bahan ini membantu memicu pembentukan butiran air di awan, sehingga memungkinkan hujan turun dengan lebih teratur dan terkendali.
Sampai tanggal 20 Desember 2025, tercatat sebanyak 30 sortie penerbangan untuk OMC. Dalam kegiatan tersebut, sekitar 14 ton kalsium oksida dan 16 ton natrium klorida telah digunakan, dengan total waktu terbang mencapai lebih dari 62 jam.
Khofifah menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya mitigasi bencana. Kesadaran masyarakat dalam menghadapi potensi bencana akan sangat membantu dalam melindungi diri mereka sendiri dan lingkungan sekitar.
Peran Masyarakat dalam Mitigasi Bencana Hidrometeorologi
Dalam menghadapi perubahan cuaca yang extreme, peran masyarakat sangatlah krusial. Khofifah mengajak warga untuk tidak hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga melakukan mitigasi bencana secara mandiri.
Ia menyarankan agar masyarakat selalu waspada dan menjaga kebersihan lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga saluran air agar tidak tersumbat. Tindakan ini dapat mengurangi risiko banjir yang sering terjadi di perkotaan.
Selain itu, Khofifah mengingatkan masyarakat untuk tidak berlindung di bawah pohon besar saat terjadi hujan, terutama jika disertai angin kencang. Langkah-langkah sederhana ini dapat menyelamatkan nyawa dan menghindari cedera.
Melalui teknologi informasi, masyarakat juga dapat dengan mudah mengakses informasi terkini mengenai cuaca dan potensi bencana. Hal ini tentu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Pentingnya Kolaborasi Antar Instansi dalam Penanganan Bencana
Kolaborasi antara berbagai instansi menjadi kunci dalam efektivitas operasi modifikasi cuaca. BPBD, BMKG, dan juga pihak swasta seperti penyedia teknologi modifikasi cuaca harus beroperasi secara sinergis untuk mencapai hasil yang optimal.
Dengan pendanaan yang tepat dan dukungan teknologi terbaru, operasi ini bisa lebih terencana dan berkelanjutan. Tanpa kerjasama yang solid, potensi dampak negatif dari hujan ekstrem dapat sulit untuk diatasi.
Langkah-langkah ini memerlukan dukungan kuat dari pemerintah pusat dan daerah demi menjamin keselamatan masyarakat. Anggaran yang dialokasikan untuk program modifikasi cuaca harus secara terus menerus dievaluasi untuk memastikan efisiensi dan efektivitas.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi, pelatihan bagi petugas lapangan mengenai teknik modifikasi cuaca juga menjadi penting. Pengetahuan yang baik akan meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap situasi darurat.
Operasi modifikasi cuaca di Jawa Timur menjadi contoh nyata bagaimana teknologi bisa digunakan untuk mengatasi masalah lingkungan. Dengan memanfaatkan metode ilmiah dalam pengendalian cuaca, harapan untuk mengurangi risiko bencana semakin besar.
Secara keseluruhan, upaya ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga keselamatan masyarakat, tetapi juga untuk membantu dalam pengelolaan sumber daya air yang lebih baik. Pentingnya menjaga ekosistem air perlu disadari oleh semua pihak agar keberlanjutan lingkungan tetap terjaga.
Kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat sangat penting dalam setiap program mitigasi bencana. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan pencegahan dan penanganan bencana akan lebih efisien dan efektif di masa yang akan datang.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now









