Maraknya Konten Dewasa Palsu dengan AI Berisiko Eksploitasi Perempuan secara Visual
Table of content:
Dalam era digital saat ini, perkembangan teknologi menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Salah satu dampak terbesar datang dari kemunculan kecerdasan buatan (AI), yang membawa banyak perubahan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, bisnis, dan hiburan.
Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, ada tantangan serius yang perlu diperhatikan. Teknologi tidak selalu netral dan bisa menyimpan bias yang berdampak pada masyarakat.
Pemahaman mengenai penggunaan teknologi dan AI harus lebih dalam agar dapat menghindari akibat negatif yang mungkin terjadi. Kita perlu memahami bahwa keberadaan teknologi ini tidak terlepas dari konteks sosial dan budaya yang melingkupinya.
Menggali Bias dalam Teknologi dan Kecerdasan Buatan
Ketua Program Magister Kajian Budaya dan Media menyampaikan bahwa teknologi digital dan AI sebenarnya tidak netral. Mereka dibangun berdasarkan data, desain, dan imajinasi sosial yang sering kali bias terhadap gender dan norma-norma tertentu.
Sebagai contoh, AI Assistant sering kali digambarkan dengan karakteristik feminin, menciptakan citra bahwa mereka ada untuk melayani. Ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat mereproduksi sudut pandang sosio-kultural yang ada, tanpa mempertimbangkan dampak yang ditimbulkannya.
Praktik ini tidak hanya mencerminkan bias gender, tetapi juga berpotensi memperkuat posisi perempuan sebagai objek. Dalam hal ini, penting untuk menyadari bahwa perkembangan teknologi juga merupakan bagian dari soal sosial yang lebih besar.
Kekerasan Visual dalam Era Digital
Contoh lain yang diangkat adalah terkait dengan fenomena kekerasan visual digital, seperti morphing. Ini bukan sekadar evolusi dari voyeurisme, tetapi merupakan kelanjutan dari masalah struktural yang telah ada dalam masyarakat.
Kekerasan visual ini menciptakan dampak psikologis yang mendalam bagi individu yang menjadi objek. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami konteks di balik fenomena ini dan bagaimana hal itu memengaruhi seluruh struktur sosial.
Dengan meningkatnya kehadiran teknologi, penting untuk membangun kesadaran akan bahaya yang terkandung di dalamnya. Kita harus menyikapi perkembangan ini dengan sikap kritis agar tidak terjerumus dalam distribusi konten yang merugikan.
Membangun Kesadaran Kolektif di Media Digital
Dalam menghadapi tantangan dari penggunaan teknologi yang tidak terkontrol, dibutuhkan tindakan kolektif dari masyarakat. Membangun kesadaran kolektif berarti memperkuat posisi pengguna teknologi agar menjadi lebih kritis terhadap informasi yang diperoleh.
Ratna, sebagai narasumber, menekankan bahwa tindakan sederhana seperti menyukai atau membagikan konten yang salah dapat menjadikan seseorang berkontribusi pada masalah yang lebih besar. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran untuk tidak mudah terprovokasi oleh konten yang misleading.
Masyarakat perlu diajak untuk berpikir lebih dalam terkait setiap klik dan interaksi yang dilakukan di media sosial. Setiap tindakan memiliki konsekuensi etis dan politis yang harus dipertimbangkan dengan matang.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now






