Mobil Tertabrak Kereta di Purworejo, Dua Orang Meninggal Dunia
Table of content:
Kecelakaan tragis terjadi di Purworejo, Jawa Tengah, pada Minggu pagi yang melibatkan kereta api dan sebuah mobil. Insiden ini mengakibatkan kehilangan nyawa dan menimbulkan pertanyaan mengenai keselamatan di perlintasan rel kereta api.
Dua korban tewas dalam insiden tersebut, dengan satu orang meninggal di lokasi kejadian dan satu lagi saat mendapatkan perawatan medis. Kecelakaan ini membawa perhatian lebih pada pentingnya keselamatan di perlintasan yang tidak dilengkapi palang pintu.
Peristiwa itu berlangsung saat mobil yang ditumpangi oleh korban melintasi perlintasan kereta tanpa palang, ketika kereta api melaju dengan kecepatan tinggi. Kejadian ini menimbulkan dampak yang begitu besar pada keluarga korban serta masyarakat setempat.
Kronologi Kecelakaan Yang Membahayakan Jiwa
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di perlintasan tanpa palang, di kilometer 481+3 petak jalan Jenar-Kutoarjo. Mobil yang terlibat adalah jenis MBG dengan nomor polisi AA 8041 UV, yang melintas tanpa memperhatikan situasi di sekitar rel kereta api.
Dalam waktu yang bersamaan, kereta KA 75 Mataram yang beroperasi di rel tersebut melaju dari arah timur ke barat. Dampak tabrakan sangat parah, bahkan mengakibatkan mobil tersebut masuk ke dalam saluran air di sisi rel.
Sopir mobil, Retno Yugo Pamungkas, meninggal di tempat kejadian, sedangkan penumpangnya, Nur Syarifudin, mengalami luka kritis dan meninggal beberapa jam kemudian. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya dampak dari kejadian yang tampaknya bisa dihindari ini.
Pernyataan dari Pihak Kepolisian dan KAI
Kapolsek Bayan, AKP Tulus Priyanto, menjelaskan kronologi kejadian dan mengingatkan pentingnya mematuhi rambu-rambu keselamatan ketika melintasi jalur kereta api. “Mobil itu melintas dari utara ke selatan, sementara kereta datang dari arah timur menuju barat,” ungkapnya.
Dari pihak kereta api, Manager Humas Daop 6 Yogyakarta memberikan pernyataan yang menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat. Dia menyayangkan terjadinya insiden ini dan berharap pemahaman masyarakat mengenai keselamatan perlintasan dapat diperbaiki.
“Kereta yang terlibat kecelakaan tetap melanjutkan perjalanan setelah dilakukan pemeriksaan dan penggantian lokomotif. Kami juga meminta maaf kepada penumpang yang terganggu akibat kejadian ini,” tambahnya.
Dampak Kecelakaan Terhadap Masyarakat dan Rencana Operasional
Kecelakaan ini bukan hanya menciptakan duka bagi keluarga korban, tetapi juga memunculkan diskusi di kalangan masyarakat mengenai keselamatan di perlintasan jalur kereta api. Banyak yang berpendapat bahwa tindakan pencegahan seperti pemasangan palang pintu atau rambu lebih jelas sangat diperlukan di lokasi-lokasi berisiko.
Koordinator lapangan SPPG Desa Boto Daleman mengungkapkan bahwa mobil tersebut tengah dalam perjalanan untuk berbelanja perlengkapan dapur. Rencananya, dapur tersebut akan diluncurkan akhir bulan ini, menambah ironi dari tragedi yang baru saja terjadi.
Dapur yang berada di Desa Boto Daleman dijadwalkan untuk melakukan uji coba menjelang peluncuran resminya. Pemanfaatan yang direncanakan ini seharusnya menjadi acara yang menggembirakan, tetapi kini dibayangi oleh kecelakaan ini.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







