Penyelundup 76 Kg Sabu Ditangkap di Asahan, 32 Kg Telah Masuk Palembang
Table of content:
Dua pria berinisial DGM (37) dan WR (30) ditangkap oleh aparat ketika membawa 76 kilogram sabu di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Penangkapan ini terjadi pada hari Minggu, 9 November, dan menyita perhatian publik karena jumlah sabu yang sangat besar.
Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani, menjelaskan bahwa kedua tersangka memiliki rencana untuk mengantarkan narkotika tersebut ke Palembang, Sumatra Selatan, berdasarkan perintah dari seseorang yang dikenal dengan inisial D alias B. Mereka terancam hukuman berat karena terlibat dalam jaringan narkoba yang sangat besar.
Dari informasi yang diperoleh, mereka dijanjikan imbalan sebesar Rp3 juta untuk setiap kilogram sabu yang berhasil dibawa. Ini menunjukkan betapa menggiurkannya imbalan yang ditawarkan bagi para pelaku kriminal di bidang narkotika.
Penangkapan dan Proses Penyidikan yang Menarik
Pengintaian terhadap DGM dan WR dilakukan tim kepolisian di Kecamatan Silo Laut, Kabupaten Asahan. Para pelaku terlihat menggunakan mobil Nissan X-Trail berwarna silver saat bergerak dari Desa Silo Baru menuju Kisaran.
Tim kepolisian segera mengambil tindakan setelah menerima laporan mengenai keberadaan kedua tersangka. Pada pukul 07:20 WIB, mereka berhasil menghentikan kendaraan yang dicurigai di Desa Bangun Sari.
Pada saat penggeledahan, petugas menemukan empat tas hitam yang berisi total 76 bungkus plastik dengan merek “Gold Leaf”, yang diduga berisi sabu. Temuan ini menunjukkan betapa seriusnya situasi narkoba di wilayah tersebut.
Barang Bukti dan Pengakuan Tersangka
Tersangka DGM mengakui bahwa mereka sebelumnya telah berhasil mengantarkan 38 kilogram sabu ke Palembang pada 26 Oktober. Pengakuan ini memberikan petunjuk penting bagi penyidik tentang jaringan yang lebih luas di balik transaksi ini.
Barang bukti yang berhasil diamankan selain sabu, meliputi empat tas jinjing, mobil Nissan X-Trail, dan dua unit ponsel. Pengumpulan barang bukti ini sangat penting untuk menyusun gambaran lebih jelas tentang jaringan narkoba yang sedang diburu.
Revi menegaskan bahwa penyidikan akan terus berlanjut untuk mengungkap siapa D alias B yang diduga sebagai pengendali utama. Penangkapan ini tidak hanya menyasar DGM dan WR, tetapi juga bertujuan untuk merusak jaringan yang lebih besar di tingkat nasional.
Pengaruh Jaringan Narkoba di Lingkungan Masyarakat
Jaringan narkoba seperti yang terungkap ini memiliki dampak besar bagi masyarakat. Tidak hanya kesehatan individu yang terganggu, tetapi juga stabilitas sosial di lingkungan tempat tinggal yang terinfeksi dengan peredaran narkotika.
Stigma sosial terhadap penyalahgunaan narkoba sering kali mengakibatkan pengucilan bagi para pengguna. Hal ini menjadikan penanganan masalah ini semakin kompleks, karena dibutuhkan pendekatan yang lebih manusiawi dan tidak hanya berdasarkan penegakan hukum semata.
Polisi dan pemerintah daerah perlu bekerja sama dalam menyusun program pencegahan yang efektif. Edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya narkoba dapat membantu mengurangi permintaan dan menghindarkan generasi muda dari jeratan narkotika.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







