Polisi Kerahkan Sonar dan Drone Cari Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo
Table of content:
Kecelakaan kapal merupakan salah satu bencana yang dapat menimbulkan dampak besar, baik terhadap korban maupun masyarakat sekitar. Dalam peristiwa tenggelamnya kapal wisata di perairan Pulau Padar, proses pencarian dan penyelamatan menjadi tantangan yang membutuhkan kerja sama banyak pihak.
Kejadian ini terjadi pada Jumat malam, saat kapal KM Putri Sakina mengangkut 11 penumpang, termasuk wisatawan asing. Kapal tersebut mengalami tenggelam yang mengakibatkan beberapa orang hilang dan lainnya selamat, menunjukkan betapa risiko ada di tengah lautan.
Dalam situasi seperti ini, tim SAR berperan penting dalam evakuasi dan pencarian, menggunakan teknologi modern untuk memudahkan proses yang seringkali sulit. Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko, memantau langsung pencarian yang melibatkan berbagai alat canggih seperti sonar dan drone bawah air.
Proses Pencarian Korban di Perairan Pulau Padar
Pencarian korban dimulai dengan cepat setelah kapal tenggelam. Tim SAR yang terdiri dari berbagai aparat kepolisian dan relawan berusaha menindaklanjuti informasi dari masyarakat sekitar yang membantu dalam operasi ini.
Salah satu alat yang digunakan adalah sonar sistem yang dapat mendeteksi barang-barang di dasar laut. Alat ini diharapkan dapat mempercepat proses pencarian dan membantu menemukan tiga korban yang masih hilang.
Rudi mengatakan, pencarian dilakukan secara menyeluruh dengan kerja sama berbagai pihak, seperti Polres Manggarai Barat dan Baharkam Mabes Polri. Kesiapan tim dan penggunaan teknologi menjadi kunci dalam keberhasilan operasi pencarian ini.
Pola Kerja Tim SAR dan Peran Masyarakat
Kolaborasi antara tim SAR dan masyarakat nelayan juga sangat vital. Dalam proses pencarian, informasi dari nelayan bisa menjadi petunjuk penting untuk menemukan barang-barang atau korban.
Tim SAR telah menghimbau kepada masyarakat untuk melapor jika menemukan benda-benda yang terkait dengan kapal yang tenggelam. Ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan masyarakat dalam menangani bencana.
Selain itu, proses identifikasi jenazah yang ditemukan juga dilakukan dengan cermat. Mengingat situasi yang penuh emosional, dukungan dari tim DVI di RSUD Komodo diharapkan dapat mempercepat identifikasi korban.
Ketegangan dalam Menghadapi Situasi Darurat
Kapal KM Putri Sakina mengangkut 11 orang yang terdiri dari empat anak buah kapal dan tujuh penumpang ketika tenggelam. Beberapa di antaranya merupakan wisatawan asal Spanyol, menambah ketegangan dalam operasi pencarian ini.
Setelah kapal tenggelam, tujuh penumpang berhasil diselamatkan, tetapi empat orang lainnya dinyatakan hilang. Situasi ini menyebabkan kecemasan yang tinggi di kalangan keluarga dan masyarakat.
Proses evakuasi dan pencarian berjalan cepat, namun tantangan harus dihadapi seiring dengan kondisi cuaca dan arus laut yang seringkali berubah-ubah. Pihak berwenang berkoordinasi untuk memaksimalkan hasil pencarian di tengah ketidakpastian tersebut.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







