Tahun Baru Imlek, 10 Hal yang Harus Dihindari Agar Terlepas dari Kesialan
Table of content:
Setiap budaya memiliki tradisi dan pantangan tersendiri, termasuk dalam perayaan tahun baru Imlek. Beberapa pantangan tersebut memiliki makna yang dalam, serta melambangkan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Salah satu pantangan yang cukup unik adalah larangan mengonsumsi bubur pada hari pertama tahun baru Imlek. Bubur dianggap sebagai simbol kesulitan di masa lalu, sehingga tidak pantas dimakan saat merayakan hari yang baru dan penuh harapan.
Selain bubur, ada juga pantangan lain yang berkaitan erat dengan makanan, seperti larangan memakan kepala atau ekor ikan. Dalam budaya Tiongkok, ikan melambangkan kelimpahan, sehingga menyisakan bagian ini dalam hidangan dinilai sebagai simbol harapan akan keberlimpahan di tahun mendatang.
Pantangan Makanan dalam Perayaan Imlek yang Perlu Diketahui
Makanan dalam perayaan Imlek tidak hanya berfungsi sebagai hidangan, tetapi juga memiliki makna simbolis. Misalnya, diharapkan semua makanan yang disajikan mampu membawa keberuntungan dan kebahagiaan bagi seluruh keluarga.
Beberapa orang menghindari makanan tertentu, seperti bubur, karena dianggap membawa nasib buruk. Dalam sejarahnya, bubur populer ketika situasi ekonomi sulit, sehingga dianggap tidak sesuai untuk dikonsumsi saat merayakan tahun baru.
Lebih jauh lagi, hidangan ikan memiliki makna yang dalam, dimana setiap keluarga berharap agar tahun baru membawa kelimpahan. Menyediakan ikan dengan kepala dan ekor utuh adalah cara untuk menunjukkan harapan tersebut, menciptakan simbol harapan bagi tahun yang akan datang.
Makna dan Simbol di Balik Hadiah dalam Budaya Tiongkok
Selain makanan, hadiah dalam budaya Tiongkok juga memiliki makna yang penting. Setiap jenis hadiah bisa membawa keberuntungan atau sebaliknya, membawa nasib buruk jika tidak dipilih dengan teliti.
Beberapa hadiah yang harus dihindari termasuk arloji dan jam dinding, yang dapat dipandang sebagai simbol kematian. Hal ini terjadi karena istilah Mandarin untuk jam memiliki nuansa tertentu yang mengaitkannya dengan akhir dari kehidupan.
Payung juga dianggap sebagai hadiah yang tidak baik, karena dihubungkan dengan perpisahan. Pemberian hadiah sebaiknya dihindari jika memiliki makna yang bisa diartikan negatif, demi menjaga keharmonisan dalam perayaan.
Hadiah yang Seharusnya Dihindari saat Merayakan Imlek
Saat memilih hadiah, penting untuk mengetahui arti dari setiap benda. Sepatu, misalnya, sebaiknya tidak diberikan karena terdengar identik dengan konsep kejahatan dalam bahasa Mandarin. Ini menunjukkan betapa budaya ini sangat memperhatikan makna kata dan suara dalam bahasa.
Buah pir juga dianggap tidak cocok sebagai hadiah, karena memiliki arti yang berhubungan dengan perpisahan dan kematian. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana tradisi dapat mempengaruhi pilihan yang tampaknya sepele dari barang yang diberikan kepada orang lain.
Selain itu, ada beberapa barang lain yang sebaiknya tidak diberikan, seperti lilin dan cermin. Lilin sering diasosiasikan dengan peringatan untuk orang yang telah meninggal, sementara cermin dipercaya dapat membawa energi negatif dan hantu.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







