Temuan Jejak Diduga Harimau Resahkan Warga Lampung Timur Menurut BKSDA
Table of content:
Di Dusun Dua, Desa Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur, berkumpul keresahan di tengah warga setelah penemuan jejak kaki yang dikatakan sebagai milik Harimau Sumatera. Isu ini menimbulkan kepanican massal di kalangan penduduk setempat, menciptakan kekhawatiran yang meluas setelah informasi tersebut menyebar.
Ketakutan ini ternyata berakar pada kesaksian seorang petani lokal yang mengklaim melihat sosok binatang buas berukuran setengah meter dengan bulu bercorak loreng kuning dan hitam. Pengalamannya membuat banyak orang merasa tidak aman untuk beraktivitas di ladang dan kebun.
Merespons laporan dari masyarakat, berbagai pihak, termasuk tim gabungan dari TNI, Polri, perangkat desa, dan petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung, segera turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi. Langkah ini diambil untuk memastikan kebenaran dari informasi yang telah beredar dan menjaga keamanan warga.
Kegiatan Tim Gabungan untuk Memverifikasi Jejak Kaki
Pada Minggu, 11 Januari 2026, tim gabungan melakukan identifikasi dan verifikasi lapangan terhadap jejak yang ditemukan. Tim memeriksa dengan cermat bentuk dan ukuran jejak kaki itu untuk memastikan jenis hewan yang mungkin meninggalkannya.
Setelah melakukan pengecekan yang mendalam, petugas berhasil menarik kesimpulan bahwa jejak tersebut tidak berasal dari Harimau Sumatera. Mereka menemukan banyak indikasi yang menunjukkan bahwa jejak kaki itu milik anjing liar, yang lebih umum ditemukan di area tersebut.
“Hasil identifikasi menunjukkan bahwa ciri-ciri dalam jejak yang ditemukan sangat mirip dengan jejak anjing liar,” ungkap Irhamudin, salah satu petugas BKSDA Lampung. Hal ini tentu memberikan angin segar bagi warga yang sebelumnya ketakutan.
Imbauan untuk Masyarakat dan Keamanan Lingkungan
Meski ketakutan terhadap keberadaan harimau mulai mereda, petugas BKSDA meminta masyarakat untuk tetap tenang dan waspada. Imbauan ini penting untuk menumbuhkan kesadaran warga agar tetap berhati-hati saat beraktivitas di area perkebunan dan ladang.
Warga juga diingatkan untuk lebih bijak dalam menyebarkan informasi, agar tidak menimbulkan kegaduhan atau hoaks turut menambah ketidakpastian. Keberadaan informasi yang tidak tepat juga dapat mengganggu kesejahteraan umum dan membuat warga semakin cemas.
“Jika ada yang melihat satwa atau hal yang mencurigakan, segera laporkan ke petugas berwenang,” lanjut Irhamudin, menekankan pentingnya pelaporan agar dapat ditangani dengan cepat.
Pentingnya Konservasi dan Perlindungan Satwa Liar
Isu keberadaan hewan liar seperti harimau mengingatkan kita akan pentingnya upaya konservasi dan perlindungan satwa di alam. Harimau Sumatera yang sudah dalam status terancam punah, memerlukan ekosistem yang seimbang untuk dapat bertahan hidup.
Konflik antara manusia dan satwa liar sering terjadi, terutama di daerah yang berbatasan dengan wilayah habitat alami. Oleh sebab itu, sangat penting bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan tentang ekosistem dan perlindungan satwa demi keseimbangan alam.
Berbagai program edukasi dan pelatihan bagi masyarakat mengenai konservasi sangat diperlukan untuk meminimalkan potensi konflik. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya belajar tentang hewan tersebut, tetapi juga cara untuk hidup berdampingan dengan aman dan harmonis.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







