Tidak Boleh Reaktif namun Harus Antisipatif dan Adaptif
Table of content:
Menutup tahun 2025 dan menyambut tahun 2026, epidemiolog dan ahli kesehatan lingkungan, dr. Dicky Budiman, memberikan pernyataan penting terkait kesehatan. Ia menekankan bahwa kesehatan di tahun mendatang harus berfokus pada ketahanan, bukan sekadar layanan kesehatan.
Dicky menjelaskan bahwa tahun 2025 menandai transisi dari respons terhadap krisis kesehatan menuju ketahanan masyarakat. Ini menjadi sebuah tantangan baru bagi dunia, termasuk Indonesia, yang harus beradaptasi dengan ancaman kesehatan yang terus berubah.
Penting untuk diingat bahwa meskipun dunia telah melewati fase krisis pandemi, ancaman kesehatan baru masih mengintai. Pesan Dicky sangat jelas: kesehatan publik harus tidak hanya reaktif, tetapi juga antisipatif dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam evaluasi kinerja masyarakat, Dicky mengamati fenomena di mana masyarakat mulai terbiasa hidup berdampingan dengan berbagai risiko. Ini mencakup risiko penyakit infeksi, polusi, dan dampak cuaca ekstrem yang semakin meningkat.
Kepatuhan terhadap protokol kesehatan cenderung bersifat situasional, menurut Dicky. Perilaku semacam ini menunjukkan bahwa budaya hidup sehat yang diharapkan belum sepenuhnya melekat dalam masyarakat.
Banyak orang masih belum memahami pentingnya kebiasaan seperti mencuci tangan atau memakai masker di tempat keramaian. Dicky menyatakan bahwa perubahan sikap ini sangat diperlukan untuk menciptakan kesadaran jangka panjang tentang kesehatan.
Pandangan tentang Literasi Kesehatan dan Kebiasaan Masyarakat
Dari perspektif masyarakat, Dicky menekankan bahwa literasi kesehatan kita masih kurang memadai. Kebanyakan orang berfokus pada situasi tertentu, atau yang disebut sebagai event driven, bukan pada pemikiran berbasis risiko atau risk base thinking.
Hal ini berpotensi menimbulkan masalah di masa mendatang. Ketika masyarakat tidak memiliki pemahaman yang kuat mengenai risiko kesehatan, mereka cenderung mengabaikan tindakan pencegahan yang vital.
Evaluasi yang dilakukan jelas menunjukkan bahwa asupan informasi kesehatan masih sangat tergantung pada kejadian yang terjadi. Peningkatan kualitas informasi dan pendidikan kesehatan harus menjadi prioritas untuk membangun kesadaran yang lebih baik.
Selain itu, sangat penting untuk mempromosikan perilaku sehat yang dapat diadopsi masyarakat secara konsisten. Kebiasaan sehat harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat ada kejadian yang mengkhawatirkan.
Tantangan Ketahanan Kesehatan di Indonesia dan Solusi
Dicky menjelaskan bahwa tantangan ketahanan kesehatan terbesar di Indonesia adalah bagaimana mengubah pola pikir masyarakat. Masyarakat perlu didorong untuk lebih proaktif dalam mengedukasi diri mengenai risiko dan pencegahan kesehatan.
Di sinilah pemerintah dan lembaga kesehatan memiliki peran yang sangat penting. Mereka harus mampu menyediakan informasi yang jelas dan mudah dipahami serta mendukung program-program yang mempromosikan perilaku sehat.
Kolaborasi antara berbagai sektor juga sangat diperlukan dalam upaya menciptakan masyarakat yang lebih tangguh. Dari pemerintah hingga individu, semua pihak harus bersinergi untuk menghadapi berbagai tantangan kesehatan.
Peningkatan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas juga tidak kalah penting. Dengan kata lain, masyarakat harus memiliki akses yang memadai terhadap informasi, layanan, dan edukasi kesehatan yang tepat.
Membangun Kesadaran Kesehatan Melalui Komunikasi dan Pendidikan
Pendidikan kesehatan yang berkelanjutan akan memainkan peran kunci dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi berbagai risiko kesehatan. Program-program edukasi yang komprehensif harus diterapkan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat.
Selain itu, komunikasi yang efektif adalah kunci dalam menyampaikan pesan kesehatan yang penting. Informasi harus disampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami, agar masyarakat lebih mampu menyerap dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Media sosial bisa menjadi alat yang efektif untuk menyebarluaskan informasi kesehatan. Namun, perlu diingat bahwa akurasi informasi harus selalu dipastikan untuk menghindari misinformasi.
Dalam konteks ini, kerja sama dengan influencer atau figur publik juga dapat menjadi strategi untuk menarik perhatian lebih banyak orang terhadap isu kesehatan. Edukasi melalui berbagai saluran harus terus digalakkan untuk menciptakan kesadaran yang lebih luas.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now









